Rabu, 07 Desember 2011
Wajah Negeri ini yang semakin muram...
Bunuh diri...apa yang terlintas dalam pikiran kita bila mendengar kata ini.
kaget, shock, atau berpikir? ini orang gila apa ya?
akan tetapi...itu yang terjadi di dalam negeri kita. saya melihat berita pagi ini:
begini bunyinya:
Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang pria tak dikenal mencoba bunuh diri dengan melakukan aksi bakar diri, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/12) sore.
Kondisi pria yang belum diketahui identitasnya ini cukup memprihatinkan. Ia menderita luka bakar 90 persen atau hampir di sekujur tubuhnya. Sejumlah warga langsung membawanya ke RS Cipto Mangunkusumo, untuk menjalani perawatan intensif.
Aksi bakar diri pria yang diduga berumur 30 tahun dengan tinggi 170 cm ini berlangsung cepat. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, pria tersebut menuju ke Istana Merdeka dengan berjalan dari arah Jalan Merdeka Barat, dengan tubuh yang telah dibasahi bensin. Tak lama kemudian, pria tersebut membakar dirinya dan terjatuh.
Polisi menyatakan motif aksi bakar diri di depan Istana tersebut, diduga murni karena percobaan bunuh diri dan tidak ada kaitannya dengan politik.
Apa benar tidak ada unsur politiknya...apakah kita dapat percaya begitu saja dengan media? cerminan negeri terletak pada masyarakatnya...apabila masyarakat menjadi seperti ini...apakah pemimpinnya sudah bertindak benar dalam rangka menjadikan negeri ini lebih baik.
Akankah 2014 nanti datang seorang pemimpin yang berjiwa ksatria yang mau mengorbankan pikiran dan tenaganya demi Bumi Persada ini yang semakin hari semakin bermuram durja...semoga saja...Allohuma Amien...
kaget, shock, atau berpikir? ini orang gila apa ya?
akan tetapi...itu yang terjadi di dalam negeri kita. saya melihat berita pagi ini:
begini bunyinya:
Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang pria tak dikenal mencoba bunuh diri dengan melakukan aksi bakar diri, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/12) sore.
Kondisi pria yang belum diketahui identitasnya ini cukup memprihatinkan. Ia menderita luka bakar 90 persen atau hampir di sekujur tubuhnya. Sejumlah warga langsung membawanya ke RS Cipto Mangunkusumo, untuk menjalani perawatan intensif.
Aksi bakar diri pria yang diduga berumur 30 tahun dengan tinggi 170 cm ini berlangsung cepat. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, pria tersebut menuju ke Istana Merdeka dengan berjalan dari arah Jalan Merdeka Barat, dengan tubuh yang telah dibasahi bensin. Tak lama kemudian, pria tersebut membakar dirinya dan terjatuh.
Polisi menyatakan motif aksi bakar diri di depan Istana tersebut, diduga murni karena percobaan bunuh diri dan tidak ada kaitannya dengan politik.
Apa benar tidak ada unsur politiknya...apakah kita dapat percaya begitu saja dengan media? cerminan negeri terletak pada masyarakatnya...apabila masyarakat menjadi seperti ini...apakah pemimpinnya sudah bertindak benar dalam rangka menjadikan negeri ini lebih baik.
Akankah 2014 nanti datang seorang pemimpin yang berjiwa ksatria yang mau mengorbankan pikiran dan tenaganya demi Bumi Persada ini yang semakin hari semakin bermuram durja...semoga saja...Allohuma Amien...
Tawa riuh rendah di gerbong kereta api
Pagi itu...kereta api KRD Pondok Ranji-Kampung Bandan penuh sesak dengan penumpang yang akan menjalankan aktifitasnya di pagi hari. Sejenak kembali tersibak pengalaman masa laluku bersama teman-teman XMV 56 MLW, saat dimana kita pernah duduk bersama dengan kerumunan orang disini, yang mungkin tidak kita kenal satu dengan yang lainnya.
Perlahan waktu memisahkan kita untuk terus bersama. Reuni yang kedua pun tidak dapat aku hadiri karena jadwal yang terlalu padat. Kini, sendiri di pagi hari ini duduk sendiri kupesan secangkir kopi untuk menikmati pagi ini. Lalu lalang penumpang berlari bergegas untuk masuk kedalam kereta api ini...kereta api telah penuh...sesak oleh orang yang berdiri dan dan bergelantungan...akupun masuk dari jendela dibantu oleh seorang bapak-bapak...mata itu belum berubah...mata sayu yang terjaga dari penatnya dunia ...tetap membantu orang lain walaupun ia sendiri sepertinya sudah lelah dengan hidupnya tetapi tetap tegar menjalani hidup yag cuma sekali ini.
Aku masuk dari jendela itu...bau yang khas, bau sampah yang sangit langsung tercium sesaat masuk ke dalam. Memang sudah terbiasa dengan bau seperti itu...di dalam kereta dengan bau sampah dan peluh keringat itupun, kami masih bisa tertawa dan bercanda dengan aneka ragam canda dan tawa.
Sampai ada yang membuat BOM dari koran...dilempar kesana-kemari...bentuk dari sikap tidak percayanya masyarakat akan Pemerintahan di Negeri ini. Ironis sekali memang dunia ini...setiap hari kita di jejali dengan aneka ragam informasi yang mungkin tidak terlalu penting untuk kita dengarkan, sudah jadi santapan umum rakyat...Sebuah Retorika dari Pemerintahan Orde apalagi di negeri yang kita sangat cintai ini...INDONESIA RAYA, BELA TANAH AIR DAN BUMI PERTIWI SAMPAI TETES DARAH PENGHABISAN!!!!!
Perlahan waktu memisahkan kita untuk terus bersama. Reuni yang kedua pun tidak dapat aku hadiri karena jadwal yang terlalu padat. Kini, sendiri di pagi hari ini duduk sendiri kupesan secangkir kopi untuk menikmati pagi ini. Lalu lalang penumpang berlari bergegas untuk masuk kedalam kereta api ini...kereta api telah penuh...sesak oleh orang yang berdiri dan dan bergelantungan...akupun masuk dari jendela dibantu oleh seorang bapak-bapak...mata itu belum berubah...mata sayu yang terjaga dari penatnya dunia ...tetap membantu orang lain walaupun ia sendiri sepertinya sudah lelah dengan hidupnya tetapi tetap tegar menjalani hidup yag cuma sekali ini.
Aku masuk dari jendela itu...bau yang khas, bau sampah yang sangit langsung tercium sesaat masuk ke dalam. Memang sudah terbiasa dengan bau seperti itu...di dalam kereta dengan bau sampah dan peluh keringat itupun, kami masih bisa tertawa dan bercanda dengan aneka ragam canda dan tawa.
Sampai ada yang membuat BOM dari koran...dilempar kesana-kemari...bentuk dari sikap tidak percayanya masyarakat akan Pemerintahan di Negeri ini. Ironis sekali memang dunia ini...setiap hari kita di jejali dengan aneka ragam informasi yang mungkin tidak terlalu penting untuk kita dengarkan, sudah jadi santapan umum rakyat...Sebuah Retorika dari Pemerintahan Orde apalagi di negeri yang kita sangat cintai ini...INDONESIA RAYA, BELA TANAH AIR DAN BUMI PERTIWI SAMPAI TETES DARAH PENGHABISAN!!!!!
Langganan:
Komentar (Atom)
