Pagi itu...kereta api KRD Pondok Ranji-Kampung Bandan penuh sesak dengan penumpang yang akan menjalankan aktifitasnya di pagi hari. Sejenak kembali tersibak pengalaman masa laluku bersama teman-teman XMV 56 MLW, saat dimana kita pernah duduk bersama dengan kerumunan orang disini, yang mungkin tidak kita kenal satu dengan yang lainnya.
Perlahan waktu memisahkan kita untuk terus bersama. Reuni yang kedua pun tidak dapat aku hadiri karena jadwal yang terlalu padat. Kini, sendiri di pagi hari ini duduk sendiri kupesan secangkir kopi untuk menikmati pagi ini. Lalu lalang penumpang berlari bergegas untuk masuk kedalam kereta api ini...kereta api telah penuh...sesak oleh orang yang berdiri dan dan bergelantungan...akupun masuk dari jendela dibantu oleh seorang bapak-bapak...mata itu belum berubah...mata sayu yang terjaga dari penatnya dunia ...tetap membantu orang lain walaupun ia sendiri sepertinya sudah lelah dengan hidupnya tetapi tetap tegar menjalani hidup yag cuma sekali ini.
Aku masuk dari jendela itu...bau yang khas, bau sampah yang sangit langsung tercium sesaat masuk ke dalam. Memang sudah terbiasa dengan bau seperti itu...di dalam kereta dengan bau sampah dan peluh keringat itupun, kami masih bisa tertawa dan bercanda dengan aneka ragam canda dan tawa.
Sampai ada yang membuat BOM dari koran...dilempar kesana-kemari...bentuk dari sikap tidak percayanya masyarakat akan Pemerintahan di Negeri ini. Ironis sekali memang dunia ini...setiap hari kita di jejali dengan aneka ragam informasi yang mungkin tidak terlalu penting untuk kita dengarkan, sudah jadi santapan umum rakyat...Sebuah Retorika dari Pemerintahan Orde apalagi di negeri yang kita sangat cintai ini...INDONESIA RAYA, BELA TANAH AIR DAN BUMI PERTIWI SAMPAI TETES DARAH PENGHABISAN!!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar